Inventory Cost Apa Saja? Ini Rinciannya!
Sabtu, 01 Februari 2025
Bagi bisnis,
inventory cost menjadi faktor penting yang memengaruhi keuntungan. Jika tidak dikelola dengan baik, biaya ini dapat membengkak dan mengurangi profit. Yuk, kita bahas rincian apa saja yang termasuk dalam inventory cost agar Anda bisa mengelolanya lebih efektif.
Apa itu Inventory Cost? Inventory cost adalah biaya yang terkait dengan pembelian, penyimpanan, dan pengelolaan inventaris sepanjang rantai pasokan
e-commerce.
Biaya ini tidak hanya mencakup harga pembelian barang, tetapi juga biaya penyimpanan dan biaya yang timbul karena barang jadi yang belum terjual. Setiap tahap dalam pengelolaan inventaris berperan penting dalam menentukan efisiensi operasional dan pengendalian biaya.
Pemahaman yang tepat mengenai
inventory cost dapat membantu perusahaan mengelola stok dengan lebih efektif, menghindari pemborosan, dan memastikan kelancaran proses bisnis.
6 Tipe Inventory Cost yang Harus Diperhitungkan Dalam perhitungan total biaya inventaris, ada beberapa jenis biaya yang perlu dipertimbangkan untuk memahami berapa banyak inventaris yang sebenarnya menghabiskan biaya dalam periode waktu tertentu. Berikut ini
adalah 6 tipe
inventory cost yang perlu diperhatikan oleh setiap bisnis.
1. Biaya Penyimpanan Biaya penyimpanan merujuk pada pengeluaran yang dikeluarkan untuk mempertahankan sistem penyimpanan inventaris. Ini mencakup biaya rutin seperti sewa gudang, utilitas, keamanan, dan gaji karyawan yang terlibat dalam proses penyimpanan.
Penting untuk diingat bahwa biaya penyimpanan bisa membengkak jika inventaris dibiarkan terlalu lama, terutama jika sebagian sudah tidak dapat dijual lagi, seperti barang yang sudah kadaluarsa atau usang.
Baca juga: Holding Cost, Strategi dan Cara Hitungnya! 2. Biaya Modal Biaya modal adalah pengeluaran satu kali yang dibutuhkan untuk menyimpan inventaris secara fisik. Ini bisa mencakup pembelian ruang gudang atau peningkatan kapasitas gudang.
Biaya modal seringkali menjadi salah satu biaya terbesar dalam manajemen inventaris. Oleh karena itu, penting untuk melakukan audit ruang gudang secara rutin agar bisnis tidak kekurangan ruang atau mengeluarkan biaya lebih untuk kapasitas yang tidak optimal.
3. Kehilangan karena Pencurian dan Penipuan Biaya ini mencakup kerugian inventaris yang disebabkan oleh tindakan kriminal, seperti pencurian atau penipuan. Karyawan yang tidak jujur atau konsumen yang berbuat curang bisa menjadi ancaman serius bagi biaya inventaris Anda.
Oleh karena itu, investasi pada solusi keamanan yang kuat sangat penting untuk melindungi inventaris dan mengurangi potensi kerugian akibat kegiatan ilegal.
4. Biaya Pajak dan Asuransi Setiap bisnis juga perlu mempertimbangkan biaya yang berkaitan dengan pajak dan asuransi. Mengabaikan biaya-biaya ini bisa berdampak buruk bagi bisnis Anda di masa depan. Pastikan untuk mencari panduan profesional terkait kewajiban pajak dan asuransi, karena biaya dan persyaratannya bisa berbeda-beda tergantung pada industri dan lokasi bisnis.
5. Kerusakan dan Kehilangan Nilai Biaya ini timbul ketika inventaris rusak atau menjadi usang selama proses penyimpanan. Kerusakan bisa terjadi pada barang-barang fisik, sedangkan obsolesensinya terjadi ketika inventaris tidak terjual dan melewati siklus hidupnya. Bisnis harus menanggung biaya pengadaan barang-barang ini, meskipun mereka tidak bisa lagi dijual.
6. Pemborosan Investasi Investasi dalam inventaris tanpa perencanaan atau anggaran yang tepat bisa berisiko menyebabkan kerugian besar. Misalnya, membeli inventaris yang tidak dibutuhkan bisa menambah biaya penyimpanan jika barang-barang tersebut tidak terjual.
Menggunakan data pemesanan historis dan sistem untuk memantau inventaris secara real-time bisa membantu memprediksi permintaan lebih akurat, sehingga Anda tidak membeli barang yang tidak diperlukan.
Memahami biaya-biaya yang terkait dengan pengelolaan inventaris sangat penting untuk menjaga profitabilitas bisnis. Dengan memperhatikan faktor-faktor yang ada, Anda dapat mengelola inventaris secara lebih efisien dan mengurangi pemborosan.
Metode Penetapan Inventory Cost Penetapan biaya persediaan (
inventory cost) menjadi hal penting dalam pengelolaan barang dan keuangan perusahaan. Beberapa metode yang umum digunakan untuk menetapkan
inventory cost antara lain
adalah metode average, FIFO, dan LIFO.
Masing-masing metode memiliki cara dan tujuan yang berbeda, tergantung pada kondisi pasar dan strategi perusahaan.
1. Metode Average Metode average adalah salah satu yang paling umum digunakan untuk menghitung biaya persediaan. Penghitungan menggunakan metode ini dilakukan dengan cara menentukan harga pokok barang yang ada dan membaginya dengan jumlah unit yang tersedia.
Dengan begitu, perusahaan dapat menghitung rata-rata harga pokok barang untuk mendapatkan nilai persediaan akhir.
Rumus Metode Average: Harga Pokok Barang Tersedia ÷ Ketersediaan Unit Metode ini dimulai dengan menentukan biaya setiap unit yang dijual, kemudian menjumlahkan total biaya tersebut. Nilai rata-rata ini kemudian digunakan untuk menghitung biaya persediaan yang ada di akhir periode.
2. Metode FIFO (First In First Out) Metode FIFO bekerja dengan prinsip bahwa barang yang pertama kali dibeli akan menjadi barang pertama yang dijual. Dalam perhitungan biaya persediaan, jika terjadi inflasi, biaya barang yang pertama kali dibeli akan lebih rendah dibandingkan dengan barang yang dibeli terakhir.
Rumus Metode FIFO: Biaya Persediaan Terlama × Jumlah Inventory Terjual Dengan cara ini, perusahaan akan mengalokasikan biaya yang lebih rendah untuk barang yang dijual, sementara persediaan yang masih ada dihitung dengan harga yang lebih tinggi sesuai dengan harga barang terbaru.
3. Metode LIFO (Last In First Out) Berbeda dengan FIFO, metode LIFO menganggap barang yang terakhir dibeli adalah barang yang pertama dijual. Dalam situasi inflasi, harga barang yang lebih baru akan lebih tinggi, sehingga biaya barang yang dijual pertama kali akan lebih tinggi.
Rumus Metode LIFO: Biaya Persediaan Baru × Jumlah Persediaan yang Terjual Persediaan yang tersisa dihitung dengan harga barang yang lebih lama. Metode ini dapat lebih menguntungkan bagi perusahaan yang ingin mengurangi pajak karena dapat menghasilkan biaya pokok penjualan yang lebih tinggi.
Setiap metode penetapan biaya persediaan memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung pada kondisi ekonomi dan kebutuhan bisnis perusahaan. Pemilihan metode yang tepat sangat mempengaruhi laporan keuangan dan keputusan strategis lainnya.
Baca juga: FIFO, LIFO, Average Cost, Mana yang Bikin Laba Bisnis Meroket? Kelola Inventory Cost dengan Strategi yang Tepat Mengelola
inventory cost membutuhkan strategi yang tepat. Langkah-langkah sederhana seperti mengevaluasi kebutuhan gudang atau menggunakan sistem otomatisasi dapat menjadi solusi.
Misalnya, untuk mencegah pencurian Anda dapat memilih gudang dengan
one gate system dan keamanan 24 jam. Atau jika produk Anda menggunakan bahan baku mudah basi, pastikan lokasi gudang dekat dengan pusat bisnis dan strategis.
Kami
Karawang Sentra Bizhub menyediakan layanan sewa dan jual gudang dengan spesifikasi lengkap tersebut. Yuk, konsultasikan kebutuhan gudang Anda sekarang. Hubungi kami untuk mendapatkan penawaran terbaik!
« BACK