Holding Cost, Strategi dan Cara Hitungnya!
Kamis, 23 Januari 2025
Sebagai salah satu komponen penting dalam manajemen gudang, holding cost dapat memengaruhi keputusan operasional dan finansial perusahaan. Dengan memantau biaya penyimpanan, perusahaan dapat mengevaluasi stok barang dan kinerja operasional gudang secara keseluruhan.
Holding cost atau biaya penyimpanan sendiri
adalah pengeluaran yang ditanggung perusahaan untuk menyimpan stok barang di gudang selama periode tertentu. Biaya ini timbul karena barang atau bahan baku yang disimpan belum digunakan atau terjual, sehingga membutuhkan ruang penyimpanan dan perawatan.
Biaya yang Termasuk dalam Holding Cost - Biaya Penyimpanan Fisik, seperti sewa gudang, biaya listrik, dan pemeliharaan fasilitas penyimpanan.
- Biaya Penanganan, biaya tenaga kerja untuk mengelola dan merawat stok barang.
- Biaya Asuransi, sebagai biaya pelindungi barang dari risiko kerusakan atau kehilangan.
- Biaya Shrinkage, kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai barang, baik karena perubahan tren, teknologi, atau barang yang sudah kedaluwarsa.
- Opportunity Cost, potensi keuntungan yang hilang karena barang yang disimpan tidak segera terjual.
Dengan memahami biaya-biaya ini, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih bijak terkait dengan manajemen stok dan alokasi sumber daya.
Strategi Mengelola Holding Cost Mengelola
holding cost memerlukan strategi yang tepat. Langkah atau strategi yang bisa Anda terapkan untuk mengelola holding cost adalah:
1. Hitung Kapasitas Penyimpanan Secara Tepat Gudang yang terlalu penuh atau kosong bisa mempengaruhi
holding cost. Untuk itu, perhatikan kapasitas penyimpanan Anda. Pastikan barang tersimpan sesuai kapasitas gudang yang tersedia. Data kapasitas gudang akan membantu Anda menilai kebutuhan penyimpanan yang sebenarnya. Dengan begitu, Anda bisa menghindari pemborosan biaya sewa atau risiko kerusakan barang.
2. Gunakan Sistem Manajemen Stok Teknologi membantu mengelola stok dengan lebih efisien. Gunakan sistem manajemen stok untuk memantau jumlah barang masuk dan keluar. Sistem ini meminimalkan risiko stok berlebih atau kekurangan.
Selain itu, sistem ini juga memberikan laporan akurat tentang barang yang tersimpan. Dengan begitu, Anda bisa mengambil keputusan yang lebih terarah terkait stok.
3. Jaga Kualitas Barang Barang yang disimpan terlalu lama berisiko menurun kualitasnya. Untuk itu, pastikan kondisi penyimpanan Anda mendukung. Misalnya, atur suhu dan kelembapan di dalam gudang sesuai kebutuhan barang.
Kualitas barang yang baik akan meningkatkan nilai jualnya. Ini juga membantu menghindari kerugian akibat barang yang rusak atau tak terjual.
4. Terapkan Sistem FIFO atau LIFO FIFO (
First In, First Out) dan LIFO (
Last In, First Out) adalah metode pengelolaan stok yang umum digunakan. Dengan metode ini, Anda bisa memastikan barang dikeluarkan sesuai urutan penyimpanannya.
FIFO cocok untuk barang yang mudah kedaluwarsa, sementara LIFO sering digunakan untuk barang yang tidak terlalu terpengaruh oleh waktu. Pilih metode yang sesuai dengan jenis barang Anda.
Dengan menerapkan strategi ini, Anda dapat mengelola
holding cost secara lebih efektif. Pengelolaan stok yang baik akan mengurangi pemborosan dan memastikan kualitas barang tetap terjaga. Dengan begitu, bisnis Anda dapat berjalan lebih efisien dan menguntungkan.
Baca juga: Apa Itu Just in Time Inventory? Yuk Simak Pembahasannya! Cara Menghitung Holding Cost Untuk menghitung
holding cost atau biaya penyimpanan inventaris dengan tepat, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan agar hasil perhitungannya akurat. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:
1. Identifikasi Komponen Biaya Persediaan Langkah pertama adalah menentukan berbagai komponen biaya yang terkait dengan persediaan, seperti biaya pelayanan inventaris, biaya modal, biaya sewa ruang penyimpanan, serta biaya inventaris itu sendiri.
2. Hitung Jumlah Penyimpanan Inventaris Setelah komponen biaya teridentifikasi, jumlahkan biaya-biaya tersebut. Misalnya, jumlah penyimpanan inventaris akan meliputi biaya layanan inventaris, biaya modal, biaya penyewaan ruang, dan risiko yang terkait dengan inventaris yang belum terjual.
Jumlah Penyimpanan Inventaris = Biaya Layanan Inventaris+ Biaya Modal + Biaya Penyewaan 3. Tentukan Nilai Total Inventaris Selanjutnya, Anda perlu mengetahui total nilai dari inventaris yang ada, termasuk barang-barang yang belum terjual yang tersimpan di gudang atau penyimpanan Anda.
4. Hitung Persentase Biaya Penyimpanan Terakhir, bagi jumlah penyimpanan inventaris dengan total nilai inventaris yang sudah ditentukan, kemudian kalikan hasilnya dengan angka 100 untuk mendapatkan persentase biaya penyimpanan.
Rumus nya adalah sebagai berikut:
Persentase Biaya Penyimpanan = (Jumlah Penyimpanan Persediaan / Nilai Total Persediaan) x 100 Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat menghitung
holding cost secara efektif dan mengelola biaya persediaan lebih baik.
Pentingnya Memahami Holding Cost Memahami
holding cost bukan sekadar menghitung biaya, tetapi juga strategi untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Dengan mengelola
holding cost, Anda bisa menekan pengeluaran dan meningkatkan keuntungan.
Salah satu aspek penting dalam perhitungan
holding cost adalah biaya sewa gudang. Jika Anda menggunakan gudang yang tidak tepat, tentu
holding cost akan semakin membengkak. Maka dari itu, pastikan Anda memilih gudang dengan fasilitas terbaik.
Contohnya, adalah
Karawang Sentra Bizhub. Terletak di pusat kawasan industri Karawang, kami menawarkan kemudahan akses ke jalan tol, pelabuhan, dan bandara. Benar-benar lokasi yang strategis bukan?
Beli atau sewa, semua kami sediakan untuk Anda. Konsultasi sekarang juga!
« BACK